Kotak Ajaib Shima

Semuanya berawal dari kehidupan sehari-hari Ivan Adhiteja yang tinggal di sebuah apartemen. Sering kali ia merasa kekurangan kursi saat teman-temannya datang berkunjung. Akan tetapi sebaliknya, saat huniannya itu sepi, ia harus melipat kursi-kursi tersebut jika tidak mau apartemennya terkesan sempit

Kotak Ajaib Shima

Semuanya berawal dari kehidupan sehari-hari Ivan Adhiteja yang tinggal di sebuah apartemen. Sering kali ia merasa kekurangan kursi saat teman-temannya datang berkunjung. Akan tetapi sebaliknya, saat huniannya itu sepi, ia harus melipat kursi-kursi tersebut jika tidak mau apartemennya terkesan sempit

Modul Setengah Bilah

Proyek ini adalah salah satu eksperimen Anastasia Sulemantoro dengan material rotan. Material rotan dipilih karena rotan merupakan material asli Indonesia yang sangat melimpah. Melalui proyek ini ia berhasil mengekspos keunggulan batang rotan yang tidak dimiliki oleh material lainnya seperti bambu

Modul Setengah Bilah

Proyek ini adalah salah satu eksperimen Anastasia Sulemantoro dengan material rotan. Material rotan dipilih karena rotan merupakan material asli Indonesia yang sangat melimpah. Melalui proyek ini ia berhasil mengekspos keunggulan batang rotan yang tidak dimiliki oleh material lainnya seperti bambu

Membentuk Bayangan Kurva

Denny R. Priyatna terpikat oleh cahaya dan bayangan. Ia mengeksplorasi proses bagaimana bayangan bisa terbentuk. Dari situ muncullah ide tentang cahaya yang kuat untuk membentuk bayangan yang kuat, dan cahaya yang lebut untuk meminimalisir bayangan. Ia ingin pengguna lampunya mengalami

Membentuk Bayangan Kurva

Denny R. Priyatna terpikat oleh cahaya dan bayangan. Ia mengeksplorasi proses bagaimana bayangan bisa terbentuk. Dari situ muncullah ide tentang cahaya yang kuat untuk membentuk bayangan yang kuat, dan cahaya yang lebut untuk meminimalisir bayangan. Ia ingin pengguna lampunya mengalami

Kontras Sekaligus Serupa

Tipis dan ringan. Itu kesan yang didapat dari kursi Common karya Diaz Adisastomo. Inspirasi kursi ini datang dari material yang dipakai, yaitu rotan alami dan aluminium. Rotan bersifat alami dan bertumbuh, sedangkan pipa alumunium bersifat industrial dan mass produced. Akan

Kontras Sekaligus Serupa

Tipis dan ringan. Itu kesan yang didapat dari kursi Common karya Diaz Adisastomo. Inspirasi kursi ini datang dari material yang dipakai, yaitu rotan alami dan aluminium. Rotan bersifat alami dan bertumbuh, sedangkan pipa alumunium bersifat industrial dan mass produced. Akan

Mugging Kandura

Mugging Kandura adalah sebuah proyek senang-senang (baca: kreatif) para desainer dan seniman yang tergabung dalam Kandura (Bathsebha Styalangghya, Fauzi Prasetya, Nuri Fatima, dan Tisa Granicia). Proyek ini diinisiasi dalam rangka brightspot market Februari 2013 lalu. Inti proyek ini adalah, membuat

Mugging Kandura

Mugging Kandura adalah sebuah proyek senang-senang (baca: kreatif) para desainer dan seniman yang tergabung dalam Kandura (Bathsebha Styalangghya, Fauzi Prasetya, Nuri Fatima, dan Tisa Granicia). Proyek ini diinisiasi dalam rangka brightspot market Februari 2013 lalu. Inti proyek ini adalah, membuat

Dari Bakul Ke Credenza

Rosikhin hanya punya satu alasan mengapa bentuk credenza-nya terinspirasi dari bakul nasi: “Ya, namanya juga orang desa.” Bakul nasi memang merupakan salah satu benda sehari-hari yang pasti ditemui setiap hari di kehidupan masyarakat rural Indonesia. Sebenarnya bakul memang bukan cuma

Dari Bakul Ke Credenza

Rosikhin hanya punya satu alasan mengapa bentuk credenza-nya terinspirasi dari bakul nasi: “Ya, namanya juga orang desa.” Bakul nasi memang merupakan salah satu benda sehari-hari yang pasti ditemui setiap hari di kehidupan masyarakat rural Indonesia. Sebenarnya bakul memang bukan cuma

Terlalu Banyak Baca Tintin

Jika Anda penggemar Herge, stool ini pasti mengingatkan Anda akan sesuatu: roket berwarna merah yang selalu menarik perhatian di dalam Komik Tintin berjudul “Perjalanan Ke Bulan”. Roket merah tersebut telah menginspirasi Abie Abdillah untuk merancang sesuatu berdasarkan bentuk roket tersebut.

Terlalu Banyak Baca Tintin

Jika Anda penggemar Herge, stool ini pasti mengingatkan Anda akan sesuatu: roket berwarna merah yang selalu menarik perhatian di dalam Komik Tintin berjudul “Perjalanan Ke Bulan”. Roket merah tersebut telah menginspirasi Abie Abdillah untuk merancang sesuatu berdasarkan bentuk roket tersebut.

Serempak!

Seperti namanya, Serempak, meja ini mengilustrasikan bagaimana garis-garis yang tipis bisa menopang sebuah volume yang terkesan berat. Garis-garis diwakili oleh stik besi, sementara volume yang berat diwakili oleh kayu Namun ide membuat side table sesungguhnya adalah karena Mariska Adriana, desianernya,

Serempak!

Seperti namanya, Serempak, meja ini mengilustrasikan bagaimana garis-garis yang tipis bisa menopang sebuah volume yang terkesan berat. Garis-garis diwakili oleh stik besi, sementara volume yang berat diwakili oleh kayu Namun ide membuat side table sesungguhnya adalah karena Mariska Adriana, desianernya,

Antara Budaya dan Sepenggal Harapan

Film dokumenter tentang kehidupan masyarakat dayak tamambaloh di sekitar Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat. Di film ini akan terlihat keahlian natural dari suku dayak dalam hal membuat anyam-anyaman, mengukir dan membuat manik-manik. Namun demikian hal tersebut tidak terekspose keluar

Antara Budaya dan Sepenggal Harapan

Film dokumenter tentang kehidupan masyarakat dayak tamambaloh di sekitar Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat. Di film ini akan terlihat keahlian natural dari suku dayak dalam hal membuat anyam-anyaman, mengukir dan membuat manik-manik. Namun demikian hal tersebut tidak terekspose keluar

Eames Lounge Chair debut in 1956 on NBC

Never ever do pieces for a market. Video ini adalah salah satu episode sebuah acara televisi berjudul “Home” yang dibawakan oleh aktris Arlene Francis. Meski berjudul Home, acara ini bukan acara tentang rumah-rumah unik atau griya idaman. Bukan juga tentang

Eames Lounge Chair debut in 1956 on NBC

Never ever do pieces for a market. Video ini adalah salah satu episode sebuah acara televisi berjudul “Home” yang dibawakan oleh aktris Arlene Francis. Meski berjudul Home, acara ini bukan acara tentang rumah-rumah unik atau griya idaman. Bukan juga tentang