Saat Fashion, Interior, dan Kota Menyatu

 

Frontside Hotel - credit Mirjam Bleeker

Sebuah proyek kreatif di mana interior hotel meremajakan kota di mana ia berdiri.

Perdebatan apakah bagian dalam sebuah bangunan harus serasi dengan tampak luarnya, atau sebaliknya apakah eksterior bangunan harus mencerminkan interiornya memang tak ada habisnya. Sebuah bangunan sering dituntut untuk mengintervensi lingkungan di mana ia berada. Namun apakah harus dengan menyerasikan antara interior bangunan dengan lingkungan di luar bangunan? Hotel Exchange menjawab tidak.

Hotel ini adalah tentang interior. Akan tetapi pendekatan desain interior hotel ini bukan metode yang umum dilakukan oleh desainer interior. Desain interior hotel ini tidak merefleksikan panorama urban Jalan Damrak yang sibuk, tidak merespon bangunan hotel yang berasal dari abad ke-17, tidak juga membuat ruang yang steril demi mengalah pada eksteriornya.

Desain interior terkadang memiliki keleluasaan yang lebih daripada seorang arsitek, meski ruang berkaryanya lebih terbatas. Hotel Exchange adalah salah satu contoh di mana interior sebuah bangunan bisa melampaui batas-batas imajinasi akan sebuah bangunan komersial berfungsi hospitality.

Hotel Exchange dibangun sebagai kolaborasi antara hotel dengan AMFI (Amsterdam Fashion Institute), yang merupakan salah satu institut mode terbesar di dunia. Kamar-kamar di hotel ini didandani seperti model catwalk oleh alumni dan lulusan AMFI. Masing-masing kamar didekor dengan tema yang berbeda menurut kelas bintangnya, mulai dari  bintang satu hingga bintang lima.

Delapan desainer mode muda dari AMFI dipilih untuk mendandani kamar-kamar hotel ini dengan dukungan Studio desain asal Belanda INA & MATT yang berkolaborasi dengan the Dutch Textile Museum. Hasilnya adalah gabungan antara fashion, desain, dan arsitektur yang tidak mudah tertebak.

Konsep The Exchange berasal dari tim desain Suzanne Oxenaar dan Otto Nan. Mereka juga konseptor the Lloyd Hotel & Cultural Embassy yang berhasil membuat lingkungan di sekitarnya menjadi area yang hip. Hotel Exchange menempati tiga bangunan dari abad ke-17, memiliki 61 kamar yang masing-masing memiliki tema dan fasilitas berbeda berdasarkan bintangnya.

Anda bisa memilih kamar sesuai dengan kepribadian atau minat Anda. Mulai dari kamar bintang satu yang berkarakter walau tidak memiliki view ke luar bangunan. Di kamar-kamarnya Anda akan menemukan tali-tali kepang menjuntai, piring-piring putih yang dijahit ke dinding bak kancing bertema Knopenkamer rancangan INA & MATT, dan sketsa-sketsa burung hitam-putih dalam bingkai lingkaran bertema Black Bird karya INA &MATT.

Atau Anda juga bisa memilih kamar bintang dua yang berkarakter tenang namun menyegarkan dengan nuansa nude dan powder. Pilihan desain pada kelas ini adalah kamar bermata lentik bertema Man Ray’s Eyes karya Arjan Benning dan kamar berdraperi bernuansa oriental bertema Mestize karya Juanita Koertz.

Di kamar bintang tiga, Anda mendapatkan paduan fashion dan kenyamanan sekaligus. Ada banyak pilihan tema untuk kamar bintang tiga, mulai dari Eighties room rancangan Roos Soetekouw yang memadukan corak grafis dengan warna-warna khas era 80-an, Magazine rancangan INA & MATT yang membuat Anda merasa tidur di ruang redaksi dengan halaman-halaman majalah di seluruh dindingnya, History Repeated rancangan Anne Wolters yang mengganggu kita antara benda nyata dengan citraan, Infusion rancangan Iris Kloppenburg dengan dinding bergaris-garis sulur yang kontras dengan warna furniturnya, Marie Antoinette yang sedikit kitschy dengan warna jingganya rancangan Roos Soetekouw, Building a View rancangan Mirjam Bleeker yang minimalis namun edgy dengan sketsa-sketa skyline-nya, Hide Seek rancangan Denise de Geijter dengan kamuflase serba putihnya, Living in a Cardboard rancangan Denise de Geijter yang membuat Anda benar-benar merasa hidup di dalan kardus, I Still Remember rancangan Sofie Sleumer yang membombardir Anda dengan foto-foto kenangan di dindingnya, Wooden Cocoon rancangan Malu Gehner yang menarik dengan warna toscanya, Wall Flower rancangan Iris Kloppenburg dengan nuansa nude yang bertabur bunga-bunga origami, Crinoline rancangan Mirjam Bleeker yang menerjemahkan crinoline secara harfiah sebagai rangka kelambu di ranjang Anda, lalu yang terakhir adalah Unaware Reality yang gelap berdinding hitam rancangan Iris Kloppenburg.

Kamar bintang empat tidak hanya memiliki desain yang unik tapi juga memasukkan panorama Kawasan Damrak ke dalam kamarnya lewat jendela-jendelanya. Desain kamar-kamar kelas ini banyak didominasi warna putih, misalnya kamar bertema Braille rancangan Malu Gehner yang memakai huruf braille sebagai dekorasinya, The Clean Scene rancangan Mirjam Bleeker, Rembrant Room Old rancangan Roos Soutekouw, Epaulettes rancangan Malu Gehner dengan tali-tali kepang besar yang menjuntai ke atas ranjang, Live Hand drawing rancangan Iris Kloppenburg, Tent Room rancangan INA & MATT yang terletak di bagian attic, Mosa Room rancangan INA & MATT yang didekor dengan tiles, Urban Craft rancangan Anne Wolters, dan Misunderstood Creatures rancangan Roos Soutekouw. Satu-satunya kamar yang berwarna di kelas ini adalah City Camouflage yang seluruh dindingnya dilapisi curtain yang bisa terbuka dan tertutup.

Kamar bintang lima bisa diibaratkan sebagai lini haute couture jika di bidang fashion, maka tentu di kamar ini Anda akan mendapatkan pengalaman fashion yang luar biasa. Kamar-kamar bintang ini memiliki balkon atau teras sehingga Anda bisa menikmati udara Amsterdam sambil menikmati pemandangan urban kota ini. Hanya ada tiga tema di kelas ini, yaitu Rembrant Room New rancangan Roos Soutekouw, Mattrass Room rancangan Mirjam Bleeker, dan yang paling menarik, Tailor’s Dummy rancangan INA & MATT.

Langkah mengundang para desainer fashion, yang berkolaborasi dengan fotografer muda, desainer-desainer lainnya, dan seniman ini bukan semata-mata keisengan seorang konseptor atau desainer. Proyek ini adalah bagian dari “Creative Renaissance” yang berlangsung di jalan-jalan Amsterdam, termasuk Damrak yang dikenal sebagai karpet merahnya Amsterdam.

Proyek ini dilatarbelakangi oleh kondisi Damrak yang mulai kurang menarik dan kompetitif lagi, khususnya sejak kawasan-kawasan lain di Belanda naik daun. Maka proyek ini merupakan proyek urban renewal yang bermaksud memberikan penampilan fashion yang baru dan beragam kepada Jalan Damrak. Selain Hotel Exchange di Jalan Damrak, kawasan Red Light District, juga mendapat sentuhan baru melalui kolaborasi antara fotografer, desainer, dan seniman yang merancang toko-toko di kawasan tersebut.

Hotel Exchange berhadapan dengan salah satu bangunan modern terbaik di Amsterdam yaitu the Amsterdam Stock Exchange, yang dibangun tahun 1898-1903. Dari sinilah nama Hotel Exchange didapat, begitu pula dengan nama Stock untuk restorannya, dan Options untuk department store kecil di hotel ini.

Maka jika persepsi umum menyatakan intervensi terhadap sebuah kota hanya bisa dilakukan pada bagian eksterior, Hotel Exchange membantahnya dengan menciptakan dunia fantasi di dalam ruangan. Dia merespon karakter kawasan tidak melalui fasade atau bentuk massa, tapi dengan mengaitkan interior dengan kawasan Damrak lewat satu kata, fashion.

hotel-the-exchange-amsterdam-61-600x450

manray_eyes_arjan_benning_exchange_amsterdam-thumb-468x586-36764

lloyd-the-exchange1

room_306_exchange_hotel_amsterdam-thumb-525xauto-36762

infusion_3_-_by_iris_kloppenburg

I-Still-Remember-Designer-Sofie-Sleumer-photo-by-MB

DSC_4039

hotel-the-exchange-amsterdam-6

Exchange-Amsterdam-yatzer-I-Still-Remember-Mirjam-Bleeker

 

Stock-Mirjam-Bleeker

 

*Tulisan ini pernah dipublikasikan di Bravacasa Indonesia

 

About gitahastarika

Arsip kerjaan dan bukan kerjaan.

4 comments

  1. Saya suka ide melihat luar bangunan, dalam hal ini ketika memasuki hotel dan melihat sesuatu yang berbeda dari apa yang Anda bayangkan. Dekorasi adalah seperti sebuah karya seni. Secara psikologis mempengaruhi tuan rumah dalam sikap untuk hari Anda akan menghadapi di tinggal Anda. Juga di masa depan.

  2. NinaFajriah

    Saya penikmat design dan saya suka blog anda. Salam kenal 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s