Hotel Dengan Satu Kamar

hotel-droog-amsterdam-3-537x383

Droog sekali lagi mengajak kita berpikir konseptual lewat hotel pertama mereka.

Droog memang selalu mengusik pemahaman mapan kita akan segala hal. Label desain konseptual asal Belanda – didirikan pada tahun 1993 oleh Renny Ramaker dan Gijs Bakker – yang biasanya mengganggu visual dan perasaan kita hanya dengan melihat produk-produknya ini mulai membuat kita mempertanyakan kembali apa itu hotel.

Hotel Droog yang seluas 700 meter persgi ini memang tidak seperti kebanyakan hotel pada umumnya. Salah satu faktor yang paling jelas adalah hotel ini hanya memiliki satu kamar. “Di sini, konsep sebuah hotel memang telah dibolak-balik. Di mana sebuah hotel biasanya adalah tentang (mengakmodasi) kegiatan tidur, di sini kami memperluas dan menggarisbawahi aspek-aspek yang biasanya juga ditawarkan sebuah hotel, lalu menjadikan aspek-aspek atau fasilitas tersebut menjadi pusat dari pengalaman di hotel ini – bahkan hotel ini hanya memiliki satu kamar tidur,” ujar Renny Ramakers, pendiri dan Direktur Droog.

Fasilitas-fasilitas yang dimaksud Renny sebenarnya sering kita temukan di hotel-hotel pada umumnya. Hotel saat ini memang tidak selalu untuk menginap. Kini banyak pameran senirupa diselenggarkan di lobi hotel atau hall-nya. Beberapa hotel bahkan sudah memiliki galeri khusus. Kemudian hotel juga biasa menjadi venue diadakannya seminar, kuliah atau konferensi. Biasanya karena hotel didukung oleh fasilitas banquet atau food & beverage yang baik, maka hotel menjadi tempat favorit untuk mengadakan acara-acara resepsi seperti ini meski ada gedung yang dirancang khusus untuk konferensi. Kurasi hotel akan restoran yang baik juga membuat kita tak segan datang ke sebuah hotel hanya untuk bersantap siang atau makan malam. Selain fasilitas-fasilitas tadi tentu saja kita biasa menemukan toko-toko yang temanya atau kelasnya sesuai dengan tema dan kelas hotel tempat toko tersebut terletak. Dengan memfokuskan pada fasilitas-fasilitas tadi, maka hadirlah Hotel Droog yang interiornya didominasi warna putih ini.

Seperti yang terjadi di kebanyakan kota-kota pasca industry, Hotel Droog adalah contoh dari solusi untuk meremajakan bangunan-bangunan tua di sebuah kawasan industry. Hotel Droog merupakan revitalisasi sebuah bekas pabrik tekstil yang dibangun pada abad ke-17. Memang strategi ini bukan satu-stunya yang pernah dilakukan dan dianggap berhasil. Contoh-contoh sebelumnya seperti Hotel Wythe Hotel’s bekas pabrik tekstil di kota Brooklyn, New york atau Hotel xxx di menunjukkan bahwa fungsi hospitality cukup jitu dalam menghidupkan kembali sebuah kawasan tua, juga bangunan-bangunannya.

Sementara itu industry kreatif seperti desain juga sering disebut merupakan salah satu obat mujarab yang bisa membangkitkan lagi semangat sebuah kawasan,misalnya saja kawasan Lambrate di Milan yang merupakan bekas kawasan industri, atau bekas kawasan industri di London Timur yang saat ini menjadi distrik kreatif di mana banyak sudio-studio desain seperti Sunbury dan Unto This Last mencetuskan ide-ide segarnya. Maka, Hotel Droog adalah gabungan dari dua strategi itu. Ia adalah bangunan hospitality yang diinjeksi kegiatan kreatif di dalamnya.

Ke dalam dsain hotel, konsep ini dimanifestakikan dalam bentuk proses kurasi desainer dan program, seperti layaknya sebuah pameran. Studio Droog memilih desainer-desainer mana saja dan brand-brand apa saja yang seusai dengan tujuan mereka yaitu menjungkirbalikkan persepsi tentang hotel, namun di sisi lain tidak mau kompromi dalam hal desain. Program yang dianggap lolos kurasi dan layak dititikberatkan adalah galeri, toko, restoran,  taman dan tentu saja, kamar tidur.

Maka hadirlah galeri yang dikuratori Droog dengan luas 160 meter persegi. Galeir ini didedikasikan untuk desain, seni, mode, dan preview mengenai perkembangan industry kreatif termutakhir. Tujuan dibangunnya galeri ini adalah untuk menjembatani dunia desain dan masyarakat melalui kegiatan-kegiaan seperti workshop dan diskusi.

dezeen_Droog-Hotel_5

Perbincangan dan pertukaran pengetahuan akan desain juga bisa terjadi di Droog Store. Dengan interior serba putih, sama seperti ruang-ruang lainnya, pegunjung hotel bisa menemukan produk-produk Droog sambil berbincang langsung dengan sosok perancang di belakangnya. Selain Droog store, toko lain yang ada di hotel ini adalah toko kosmetik Cosmania, Kabinet Fashion Store dan Weltevree.

hotel-droog-cosmania-01-0

Hotel_Droog_Kabinet_01_0

Sementara itu, tidak ada restoran di hotel ini, melainkan sebuah Roomservice. Roomservice by Droog sebenarnya adalah nama yang diberikan Droog untuk café dan tearoom di hotel ini. di ruang ini Droog memberikanpenghargaannya kepada sejarah bangunan dengan cara mengundang seniman Belanda, Berend Strik untuk menginterpretasikan sebuah lukisan karya Rembrandt yang berjudul De Staalmeesters, yang dulu pernah terpajang di ruang ini saat bangunan ini masih digunakan oleh asosiasi tekstil.

Seperti namanya yang terkesan ‘nyeleneh’, café dan tearoom ini sengaja didesain sekasual mungkin, agar pengunjung bisa bersantai di sofa-sofanya selama mungkin, baik itu unutk sarapan, makan siang, makan malan, atau sekadar minum. Café ini menyediakan menu-menu yang dikurasi untuk menghadirkan cara makan yang sehat dan jujur, terkait satu sama lain dengan filosofi: fresh, homemade dan lezat, dan dipasok oleh pemasok lokal.

hotel-droog-amsterdam-1

Roomservice menghadap langsung ke arah Fairy Tale Garden yang terletak di pusat bangunan. didesain oleh desainer asal Perancis Claude Pasquer and Corinne Détroyat, courtyard ini dimaksudkan menjadi sebuah wahana biodiversity, yang menggabungkan dengan samar dua aspek, yaitu alami dan buatan. Maka baik itu burung, kupu-kupu dan serangga lainnya, juga bunga dan tanaman yang bisa dimakan yang hidup dan berkembang di sini, maupun bunga artificial dan rumput buatan yang berfungsi sebagai tapaknya sama-sama menarik tamu hotel untuk bermain, duduk-duduk, atau sekadar memalingkan pandangannya ke taman ini.

1355450172-hotel-droog-fairy-tale-garden-01

Mungkin perpaduan antara yang alami dan buatan sedikit membuat kita bingung dan tertipu. Hal ini juga terjadi pada hewan-hewan yang tergoda berdatangan ke taman ini. Dan memang ini adalah tujuan Renny. “Selama bertahun-tahun saya memimpikan sebuah taman yang bisa memadukan elemen alam dan buatan,” ungkap Renny.

Alam ada bukan hanya untuk membuat bumi kita berfungsi dengan baik, tapi juga untuk menginspirasi dan mengagetkan kita, membuat kita berangan-angan dan memutar fantasi di pikiran kita,” tambah Renny. Hal ini diterjemahkan oleh Corinne dan Claude dengan memasukkan patung kawat besi buatan tangan yang terkesan industrial ke dalam taman yang berbentuk organik ini.

Fasilitas terakhir yang membuat hotel Droog masih cocok disebut sebagai hotel dalam persepsi umum kita tentu adalah satu-satunya kamar tidur yang terletak di lantai teratar bangunan ini. Meski fasilitas-fasilitas lain di hotel ini lebih menawarkan desain daripada hospitality, tapi Anda bisa yakin anda bisa tenggelam dan terlelap di ruang yang tenang ini. Dari sini Anda juga bisa menikmati suasanya Kota Amsterdam, tanpa beranjak.

Di kamar ini tamu akan merasa berada di rumahnya sendiri karena Droog menyiapkan sebuah dapur yang didesain lengkap. Perhatian Droog akan lingkungan juga terlihat dari kamar ini dengan perlengkapan-perlengkana handuk dan linennya yang menggunakan katun ramah lingkungan.

Namun jika ketika Anda sampai di Amsterdam saat kamar tidur ini sudah terisi, Anda tetap boleh rehat sejenak dengan tidur di café atau tamannya. “Hotel Droog membawa semua kegiatan kami ke dalam satu atap – mulai dari kurasi sampai desain produk, pameran dan kuliah-kuliah. Kami juga mengundang orang untuk datang dan terlibat sesuai pilihan mereka,” jelas Renny.

About gitahastarika

Arsip kerjaan dan bukan kerjaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s