Liyuan Library, Beijing, China. Arsitek: Li Xiaodong atelier

Liyuan Library

Imitasi Lukisan Rumah Tradisional Cina

Bagaimana sang arsitek memahami site dan konteks bangunan secara geografis maupun budaya sangat menyentuh. Hal ini terlihat dari bagaimana konsep bangunan ini berawal, yaitu terinspirasi lukisan Cina kuno yang memperlihatkan sebuah rumah Cina tradisional di sebuah desa. Li Xiaodong melihat perpustakaan ini terletak di daerah dengan karakter yang mirip dengan lukisan tersebut. Maka yang ia lakukan adalah berusaha mendapatkan rasa yang sama, antara lain dengan mempersepsikan bangunan secara perspektif, sama seperti rumah-ruamh Cina tradisional pada lukisan kuno.

Intervensi bangunan bukan hanya secara fisik tapi juga secara sosial. Hal ini terjadi karena sejak awal dibuat sistem yang memungkinkan warga untuk bertemu dan berbagi pengetahuan. Sistem tersebut adalah tiap pengunjung yang membawa dua buku bisa membawa pulang satu buku.
Kualitas pencahayaan yang baik, yang didapat dari tiga lapis kayu yang dipasang pada fasadenya. Kayu tersebut merupakan kayu bakar yang biasa ditemukan di jalan-jalan di sekitar site.

Usaha mencapai bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan dilakukan dengan teknologi yang cukup maju tapi bangunan tetap terkesan sederhana, yaitu dengan memanfaatkan pompa air sungai dan pengatur angin di bagian atap sebagai pengatur suhu ruangan.

Antisipasi pemeliharaan bangunan di masa depan, khususnya kayu-kayu pada fasade, dengan cara mendesain kayu-kayu tersebut agar mudah dilepas dan diganti dengan kayu-kayu yang baru.

iyuan-Library-by-Li-Xiaodong

Liyuan library2

Liyuan-Library-Li-Xiaodong

liyuan library

Liyuan-Library-Li-Xiaodong8

Liyuan-Library-Li-Xiaodong6

liyuan-library-by-li-xiaodong-atelier

500b286528ba0d25b9000104_liyuan-library-li-xiaodong-atelier_jajjajaajj-810x1000

Konsep & objektif dari arsitek:

This project is modest addition to the small village of Huairou on the outskirts of Beijing, just under a two hours drive from busy Beijing urban life. 

On the one hand it forms a modern programmatic complement to the village by adding a small library and reading space within a setting of quiet contemplation. On the other hand we wanted to use architecture to enhance the appreciation of the natural landscaping qualities.So instead of adding a new building inside the village center, we chose this particular site in the nearby mountains, a pleasant five minute walk from the village center. In doing so we could provide a setting of clear thoughts when one consciously takes the effort to head for the reading room.

Because of the overwhelming beauty of the surrounding nature our intervention is modest in its outward expression. We can’t compete with nature’s splendor. The building blends into the landscape through the delicate choice of materials and the careful placement of the building volume. Especially the choice of material is crucial in blending with the regional characteristics. After analyzing the local material characteristics in the village we found large amounts of locally sourced wooden sticks piled around each house. The villagers gather these sticks all year round to fuel their cooking stoves. Thus we decided to use this ordinary material in an extraordinary way, cladding the building in familiar textures in a way that is strikingly sensitive.

The inside of the building has a very expressive character though; its interior is spatially diverse by using steps and small level changes to create distinct places. It frames views towards the surrounding landscape and acts as an embracing shelter. The building is fully glazed to allow for a fully daylight space. The wooden sticks temper the bright light and spread it evenly throughout the space to provide for a perfect reading ambience.

Liyuan Library-siteplan

Liyuan Library-floor plan

Liyuan Library-floor plan level2

Liyuan Library section.jpeg

Liyuan Library section 3.jpeg

Liyuan Library section 2.jpeg

Liyuan-Library-by-Li-Xiaodong-Atelier

liyuan-library-li-xiaodong-atelier

About gitahastarika

Arsip kerjaan dan bukan kerjaan.

One comment

  1. Pingback: Dari WAF, Yang Menarik « Gitahastarika’s Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s